Senin, 21 November 2016

Suporter PSM Makassar

Macz Man


Macz Man adalah suporter fanatik PSM Makassar. Dibandingkan dengan suporter lain di daftar ini, mereka masih terbilang muda. Awalnya, Macz Man terbentuk ketika para pemain PSM Makassar merasa tertekan ketika bertandang ke Gajayana, kandang Arema Malang, pada tahun 2000. Suporter Arema begitu kompak, membuat kekuatan tim bertambah berkali-kali lipat.

Menyikapi hal itu, mulailah diambil inisiatif dari kalangan fans PSM Makassar. Mereka memutuskan untuk membentuk kelompok suporternya sendiri, Mereka bahkan tak segan-segan berguru pada kelompok suporter lainnya yang sudah lebih berpengalaman, hingga mendatangkan Mayor Haristanto yang dikenal sebagai "jenderal" Pasopati Solo. Hasilnya menggembirakan, dari yang awalnya berjumlah puluhan saja, Macz Man kini memiliki jumlah anggota yang ratusan kali lipat lebih banyak. 

Laskar Ayam Jantan Nama Resmi Suporter PSM

Makassar, Tribun - Setelah melalui proses yang panjang, PSM Makassar akhirnya resmi memiliki nama untuk para suporternya yaitu Laskar Ayam Jantan. Nama ini pula yang akan didaftarkan manajemen ke Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai syarat klub peserta Indonesia Super League (ISL).

"Sayembara nama suporter sudah berakhir dan kami memutuskan memilih nama Laskar Ayam Jantan. Pemilihan nama itu berdasarkan atas poling SMS yang kami gelar selama dua bulan," kata Pembantu Umum PSM, Hendra Sirajuddin.
Nama terbaru kelompok suporter ini juga telah diluncurkan manajer tim Ilham Arief Sirajuddin, saat laga perdana PSM melawan Persijap Jepara, Minggu (1/2) lalu. Ilham pun berharap penyatuan kelompok suporter ini bisa membantu pendanaan klub ke depannya.
"Saya ingin seluruh suporter bersatu dan tidak terpecah-pecah dengan nama beberapa kelompok lagi. Hal ini kami lakukan untuk mengoptimalkan sumbangsih suporter terhadap klub kesayangan mereka, PSM," kata Ilham.
Pada launching tersebut, Ilham juga menyebutkan cara bagi suporter untuk turut memberikan bantuan kepada PSM. Baik itu melalui SMS ke nomor 9165 atau mengunduh nada dering ponsel pribadi lewat SMS ewako kirim ke nomor 1212.
"Semakin sering mengirinkan SMS, maka semakin banyak juga sumbangan yang diberikan suporter terhadap PSM. Program ini merupakan lanjutan dari program save our PSM yang kami galakkan sejak satu bulan lalu," kata Ilham.
Program ini terlaksana berkat kerjasama PSM dengan Telkomsel. Dengan cara ini, harapan PSM bisa menuju era sepakbola profesionalisme bisa terwujud. Apalagi melihat kondisi tim yang tengah mengalami krisis keuangan, sumbangsih superter tentu sangat diharapkan.

Suporter Persela Lamongan

 L.A. Mania, Persela Lamongan


Di peringkat ke sembilan ada L.A. Mania, suporter fanatik klub Persela Lamongan. Eksistensi klub ini baru muncul di awal tahun 2000-an, setelah sebelumnya lebih banyak berkompetisi di divisi bawah Liga Indonesia. Salah satu momen terbaik dari Persela Lamongan terjadi di musim 2008-09, di mana mereka mampu duduk di peringkat ke-6 klasemen akhir Liga Indonesia. Prestasi itu makin terkesan membanggakan, karena kelompok suporter pendukungnya, L.A. Mania, terpilih sebagai suporter terbaik versi ISL.

L.A Mania: Fans Fanatik Laskar Joko Tingkir

Supporter fanatik Persela Lamongan berdiri tanggal 18 Januari 2001, dengan diketuai Saptoyo Nugroho. Terdiri dari 86 Korwil, LA Mania pernah di nobatkan sebagai Supporter terbaik pada ISL Musim 2008-2009 di bawah kepemimpinan Aini Hidayat. Mereka sangat loyal kepada tim kesayangannya, Itu terlihat ketika Persela bertanding, baik laga kandang maupun tandang.

Perseteruan dengan Bonek Mania

Pada tahun 2011, Tragedi tewasnya anggota LA Mania dalam insiden dengan Bonek cukup menyita perhatian publik. Bonek dinilai sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Julukan

Laskar Joko Tingkir

Joko Tingkir adalah seorang tokoh dari Kerajaan Pajang (kini wilayah Lamongan) yang kuat, gagah, dan berani. Yang terkenal dari Joko Tingkir adalah ia pernah berhasil mengalahkan buaya yang besar. Maka julukan ini dengan harapan supaya Persela Lamongan mudah mengalahkan lawan dengan mudah meskipun melawan klub besar.

Lumba-Lumba Biru

Lumba-lumba biru adalah fauna khas pantai utara di Lamongan, hewan yang cerdas dan lincah, diharapkan Persela mampu terus melahirkan pemain-pemain bintang, dan mendidik pemain-pemain menjadi matang dan profesional.

Lele Glagah

Di logo persela terdapat "lambang ikan lele", sekaligus untuk julukan lain dari Persela Lamongan Selain Laskar Joko Tingkir. Ikan Lele merupakan "binatang yang di keramatkan" bagi masyarakat Lamongan khususnya daerah kecamatan Glagah. Mereka dilarang untuk memakan lele oleh leluhurnya, yaitu Surajaya. Karena Surajaya telah bernazar bahwa dia dan keturunannya tidak akan makan lele , sebab lele telah menyelamatkannya. Ikan Lele juga mempunyai filosofi sebagai ikan yang bisa hidup di manapun meskipun kualitas air kurang bagus, nama Lele Glagah karena Kabupaten Lamongan berada di wilayah Jawa bagian timur. Oleh karena itu, Persela di beri julukan Lele Glagah dengan harapan Persela Lamongan tidak mudah kalah meskipun harus bertanding di kandang lawan.

Senin, 07 November 2016

Terbentuknnya Liga Indonesia

Liga Super Indonesia (disingkat LSI, bahasa InggrisIndonesia Super League (ISL)) adalah kompetisi sepak bola profesional level tertinggi di Liga Indonesia yang dibentuk pada tahun 2008 sampai dengan saat ini. LSI diselenggarakan oleh PT Liga Indonesia yang dimiliki oleh PSSI. Liga Super Indonesia dikuti 18 tim terbaik (ada beberapa musim yang diikuti 22 tim) yang akan saling bertanding satu putaran penuh kompetisi dengan sistem promosi dan degradasi. Tiap tiap klub akan memainkan 38 pertandingan kandang dan tandang dengan total 306 pertandingan dalam satu musim kompetisi.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada musim 2008/2009 Liga Indonesia baru melahirkan empat juara: Persipura Jayapura (3), Arema Indonesia (1), Sriwijaya FC (1) dan Persib Bandung (1).
Saat ini Liga Super Indonesia disponsori oleh Qatar National Bank dari tahun 2015 hingga 2017, sehingga berganti nama menjadi QNB League

Sejarah

Asal

Ide dari pelaksanaan sistem liga ini telah dikemukakan sejak tahun 2007 sebagai upaya mewujudkan profesionalisme dalam persepak-bolaan nasional. Alasan lainnya adalah karena format Liga Indonesia pada tahun 2007 yang kurang adil, berlangsung secara sistem setengah kompetisi. Sistem ini menyebabkan tingginya tingkat ketegangan pertandingan dan sangat berpotensi memicu kerusuhan. Alasan terakhir adalah karena terlalu banyak tim peserta (36 tim).
Pembentukan
LSI pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008. Kompetisi ini dilaksanakan untuk mengikuti persyaratan FIFA yang menyatakan bahwa liga teratas dari suatu negara harus diikuti oleh paling sedikit 18 klub dan setiap klub diharapkan merupakan klub profesional tanpa dibantu dana subsidi Pemerintah APBD.

18 klub perdana

Pada awal LSI 2008 diadakan dengan menyeleksi sembilan tim teratas dari Divisi Utama Liga Indonesia 2007. Tim-tim tersebut adalah:

Kamis, 27 Oktober 2016

Suporter Persegres Gresik

Awal mula Sejarah itu
Petrokimia Putra Gresik berdiri pada Jumat 20 Mei 1988. Pendirinya pihak manajemen PT Petrokimia Gresik. Sejak berdiri hingga sekarang, klub yang didanai pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik tersebut telah lebih dari 15 tahun berkiprah di Divisi Utama Liga Indonesia. Banyak klub besar di Indonesia yang pernah satu kelas dengan Petro Putra kini tinggal nama alias almarhum. Misalnya, Bandung Raya Bandung, Niac Mitra Surabaya, Warna Agung Jakarta, Assyabaab Surabaya, Perkesa, BPD Jateng, dan lain-lain.

Setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa dicatat dalam perjalanan Petro Putra di dunia persepakbolaan nasional. Kiprah perdana klub ini mengikuti kompetisi pada era Galatama 1988-1989. Ketika itu, kompetisi sepakbola secara nasional ada dua kutub besar. Yakni, Galatama yang diikuti klub-klub semiprofesional dan perserikatan yang diikuti klub yang didanai dan dikelola pemda.

Ketika kali pertama masuk Galatama, sebenarnya di Gresik ada klub perserikatan yang bertengger di Divisi Utama Perserikatan, yakni Persegres. Bahkan, sebagian pemain Petro Putra angkatan pertama adalah alumni Persegres. Ketika itu, antusiasme warga Gresik lebih condong ke Persegres daripada ke Petro Putra.

Beberapa pemain angkatan pertama Petro Putra yang alumni Persegres, antara lain Sasono Handito (kiper), Ferril Raymond Hattu, Rubianto, Reno Latupeirissa, Karyanto, Abdul Muis, Masrukan, Lutfi, Hasan Maghrobi, Derry Krisyanto, dan lain-lain. Mereka di bawah pelatih Bertje Matulapelwa dengan asisten pelatih Hendrik Montolalu dan Slamet Haryono. Hendrik merupakan mantan kiper Niac Mitra Surabaya.

Saat Liga Indonesia pertama digelar pada 1994/1995, Petrokimia Putra oleh banyak kalangan diberi gelar "juara tanpa mahkota". Sebab, di partai final Liga Indonesia di Stadion Bung Karno Jakarta, Petro yang saat itu di bawah besutan pelatih Andi Muhammad Teguh dengan asisten pelatih Ferril Raymond Hattu dan Bambang Purwanto kalah dari Persib Bandung dengan skor 0-1. Padahal, dalam pertandingan tersebut, Petro memasukkan gol lebih dulu melalui kaki Jacksen F Tiago. Namun, dianulir wasit tanpa alasan jelas.

Kiprah Petro Putra saat itu memang luar biasa. Petro ketika itu mendatangkan tiga pemain asing, yakni Derryl Sinnerine asal Trinidad and Tobaggo. Posisinya sebagai kiper. Lalu Carlos de Mello di posisi playmaker dan Jacksen F Tiago sebagai striker. Selain Jacksen dan Carlos, tim Petro melahirkan banyak bintang baru, seperti Widodo C Putra, Eri Irianto, dan Suwandi HS. Ketiganya kemudian jadi langganan masuk pelatnas PSSI.

Melalui perjalanan panjang, Petro berhasil menjadi jawara Liga Indonesia 2002. Prestasi tersebut mendobrak hegemoni klub klub kota besar di deretan utama persepakbolaan nasional. Biasanya jawara liga direbut tim-tim dari kota-kota besar dan secara tradisional memiliki kiprah dan prestasi sepakbola yang melegenda. Misalnya, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, PSIS Semarang, Persija Jakarta, maupun PSM Makassar.

Berbeda dengan Liga Indonesia 1994/1995 yang menghasilkan kekecewaan mendalam bagi Petro, pada Liga Indonesia 2002 Petro dinaungi oleh dewi fortuna. Setelah di penyisihan menjadi kampiun Wilayah Timur, Squad yang ditukangi Sergei Dubrovin ini sempat berada di ujung tanduk dalam babak delapan besar Grup K yang digelar di kandang sendiri. Menang 3-0 dari
Arema pada pertandingan pembuka, Petro ditaklukkan oleh Persipura 0-1. Dalam laga penentuan Petro kembali takluk dari Persita 0-1, sehingga mereka tinggal berharap Persipura dapat dikalahkan oleh Arema dengan skor tipis. Harapan mereka terkabul, gol Khusnul Yuli ke gawang Persipura membawa Petro ke semifinal.

Pada babak Semifinal, Jawara Wilayah Barat dan Juara Grup K, Semen Padang sudah menunggu. Grafik Semen Padang yang tak terkalahkan di babak delapan besar berhasil dihentikan Petro melalui adu keberuntungan tendangan penalti, tiga pemain Semen Padang gagal menyarangkan bola. Di Final, tim yang juga tak terkalahkan sejak babak delapan besar, Persita Tangerang menghadang. Lagi-lagi keberuntungan berpihak pada Petro. Gol Ilham Jayakesuma di menit pertama berhasil dibalas lima belas menit sebelum babak kedua usai. Puncaknya, pada menit ketigaperpanjangan waktu Yao Eloi berhasil memastikan gelar juara jatuh kepada Petro.

Sayangnya gelar juara Liga Indonesia 2002 tersebut menjadi titik balik dari perjalanan panjang Petrokimia Putra. Setahun kemudian, Petrokimia harus mengakhiri kompetisi dengan lesu setelah terdegradasi ke Divisi I. Petro mengikuti jejak PSIS yang juara untuk kemudian terdegradasi pada musim selanjutnya. Bedanya usaha Petro untuk bangkit menemui kegagalan.

Pada awalnya penampilan Petro sempat meyakinkan dengan menjadi juara setengah putaran kompetisi. Tapi Petro kemudian terpelanting ke peringkat lima dan gagal lolos ke babak 6 besar. Di akhir musim, ada angin segar dari perubahan jumlah peserta Liga yang membuat Petro mendapat promosi gratis. Sayangnya hal tersebut semu belaka, Petro menghuni dasar klasemen dan kembali terdegradasi ke Divisi I. Belakangan, isu pembubaran dan penggabungan Petro dengan Persegres justru lebih mengemuka dibanding upaya untuk kembali mengangkat Petro kembali ke Divisi Utama
 

Berubah menjadi Gresik United



Pada November 2005 lalu persepak bolaan gresik nyaris hilang dengan adanya ultimatum dari pihak Petro sebagai pengelola PS.Petrokimia Putra di karenakan alasan dana, dengan segala cara Ultras mengambil cara dan jalan agar sepak bola di kota Gresik tidak sampai hilang begitu saja. Demo penyampaian aspirasi ke Kantor DPR dan juga ke Kantor Utama Graha PetroKimia. Dengan membuahkan hasil adanya Komitmen dari Pihak Pemkab Gresik dan juga PT. Petrokimia yang di jembatani melalui Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gresik, maka lahirlah Gresik United sebagai ganti hilang nya Petro Putra dan Persegres yang pernah mengharumkan nama Kota Gresik sebagai jawara Ligina.

 

 

Lahirlah Persegres Gresik

Namun demikian, dalam perkembangannya, Petrokimia Putra dan Persegres Gresik meleburkan diri menjadi Gresik United. Tetapi pada tahun 2011 Persegres Gresik berdiri sendiri alias sudah tidak melebur dengan Petrokimia Putra.

 

 

 

 


Suporter Persela Lamongan




Didirikan: 18 Maret 1968
Suporter: LA Mania
Stadion: Surajaya, Lamongan
Sejarah Singkat

Persatuan Sepakbola Lamongan atau lebih dikenal dengan sebutan Persela Lamongan adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Kota Lamongan, Jawa Timur. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir saat ini adalah salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi sepakbola paling bergengsi di tanah air. 



Kiprah Di SuperligaMeski telah berdiri sejak 18 April 1967, Persela baru mulai menunjukkan eksistensinya setelah kompetisi sepakbola nasional memasuki era profesional. Itu pun setelah berjalan sembilan tahun, atau tepatnya pada musim 2003 silam.

Sebelumnya, tim ini hanya berkutat di level bawah, yakni divisi II dan divisi I. Namun semuanya berubah begitu sukses promosi ke divisi utama lewat partai playoff di Stadion Manahan, Solo, pada penghujung 2003. Sejak saat itu, Pesela terus unjuk kemampuan hingga akhirnya menembus Superliga, kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional yang baru pertama kali 


Sebagai pendatang baru di jajaran elit sepakbola nasional tidak membuat Persela minder. Tim ini bahkan mampu terus unjuk kebolehan dan mensejajarkan diri dengan tim papan atas lainnya. Itu ditandai dengan prestasi yang mereka torehkan di putaran pertama Superliga 2008/09.

Dari 17 pertandingan yang dilakoni, Persela sukses membukukan 30 poin dan menempati papan atas di peringkat keenam klasemen sementara. Hasil dari sembilan kali menang, tiga kali seri, dan lima kali kalah.

Satu prestasi yang terbilang lumayan, karena mampu mengalahkan perolehan poin dari tim bertabur bintang seperti Persik KediriArema Malang, bahkan tim yang memiliki sejarah cukup kuat di pentas sepakbola nasional, PSM Makassar.

Peluang Juara


Melihat hasil yang dicapai di putaran pertama, tak salah memang jika Persela masuk salah satu tim yang diunggulkan untuk juara. Sebab tim ini hanya terpaut sembilan poin dari Persipura Jayapura yang sukses menempati posisi pertama klasemen sementara. Hanya saja peluang untuk merebut mahkota juara itu cukup berat.

Maklum saja karena Persela harus bersaing dengan sejumlah klub yang dihuni sederet pemain bintang. Sebut saja Persipura JayapuraPersija Jakarta, Sriwijaya Football Club (SFC), dan lainnya. Terlebih jika manajemen tidak melakukan penambahan amunisi di putaran kedua. Terutama di sektor depannya.

Hal itu karena di putaran pertama lalu, Persela hanya mampu menggelontorkan 23 gol dari 17 pertandingan. Masih sangat minim jika dibandingkan dengan torehan gol yang dibukukan beberapa tim papan atas lainnya, yang mampu mencetak di atas 35 gol.

Selain itu, sektor pertahanan juga perlu mendapat perhatian, meski pada putaran pertama mereka mampu tampil luar biasa dan hanya kebobolan 16 gol. Maklum saja karena tim lawan dipastikan melakukan pembenahan, sehingga amunisi lini belakang Persela pun harus ditambah agar bisa lebih kokoh.

Prestasi
Liga Indonesia

1994/95: Divisi II
1995/96: Divisi II
1996/97: Divisi II
1997/98: Kompetisi Terhenti
1998/99: Divisi II
1999/00: Divisi II
2001: Divisi II (Promosi ke Divisi I)
2002: Peringkat ke-3 Grup 2 Divisi I
2003: Promosi ke Divisi Utama
2004: Peringkat ke-12
2005: Peringkat ke-8 Wilayah Timur
2006: Peringkat ke-6 Wilayah Timur
2007: Peringkat ke-6 Wilayah Barat (Promosi Superliga)

Suporter Persebaya

SEJARAH AWAL MULA PEMBUATAN LOGO ''BONEK'' SUPORTER PERSEBAYA


Adalah Mister Muchtar, sosok yang kami temui. Beliau merupakan pembuat pertama grafis dari logo Ndas Mangap yang sampai saat ini masih dipakai sebagai identitas suporter Persebaya yang dikenal dengan sebutan Bonek. Memang, grafis saat pertama muncul dengan grafis yang sekarang kita jumpai sudah mengalami banyak proses perbaikan. Tetapi tanpa
sebuah awalan, tidak mungkin terjadi sebuah proses yang berkelanjutan.
“Di mulai saat divisi utama perserikatan 1987, dimana di final Persebaya menyerah kalah (1-0) dari PSIS Semarang . Kelompok suporter sudah banyak  yang berangkat tandang mendukung Persebaya.” “Tahun 1988 Persebaya masuk semifinal perserikatan bersama PSMS, Persija dan Persib. Begitu masuk semifinal banyak suporter yang ke Kembang Jepun (Kantor Jawa Pos), saat itu media dan suporter begitu dekat.” “Oleh karena itu, Jawa Pos merasa memperhatikan semangat suporter sehingga Jawa Pos memberangkatkan suporter.” “Jawa Pos memberangkatkan 100 bus dengan biaya murah.
Kesempatan PP dengan bis AC plus makan. Biaya murah tersebut dikarenakan adanya subsidi 60% dari Jawa Pos sisanya 40% suporter sendiri.”
“1 Bus berisi 56 Orang, mendapatkan kaos gratis. Kaos ini dibuat untuk memudahkan panitia dalam memantau peserta  dan dijadikan identitas diri dengan warna kebesaran hijau.”
“Istilah Tret..tet..tet yang digunakan juga dibuat oleh pak Dahlan (Iskan), diambil dari semacam bunyi terompet.”
“Saat di buka pendaftaran, seluruh karyawan Jawa Pos dikerahkan karena peminat membludak.” “Di semifinal melawan medan (PSMS), Persebaya menang. Perjalanan pulang pergi dari Jakarta ke Surabaya senang.”
“Begitu Persebaya masuk final,jumlah suporter semakin meningkat menjadi 300 bus. Bahkan beberapa kelompok
suporter ada yang berangkat naik kereta, mereka sudah minta ijin Jawa Pos. Kami sebut mereka kelompok kereta api, karena semua rombongan Jawa Pos menggunakan bus.”
“Yang ikut rombongan Jawa Pos di Jakarta sangat tertib. Main (Final) pukul 18.30 WIB, pukul 13.00 WIB siang rombongan sudah masuk Jakarta dikawal patwal. Petugas Jawa Pos di Jakarta menyambut rombongan.
Suporter ini benar-benar nurut dengan Jawa Pos. ini yang membuat artis-artis respek dengan para suporter, sampai-
sampai mereka foto bareng.” Partai final yang dimenangkan Persebaya dengan skor 3-2 itu, dinodai dengan insiden kecil saat perjalanan pulang kembali ke Surabaya. Beberapa suporter yang tidak terkoordinasi dengan baik membuat ulah, di Stasiun Jogja mereka melakukannya. “Saat pulang kelompok kereta api turun di Jogja, makan minum tidak bayar. Inilah  masa kelam itu dimulai.”
Jika kembali kepada peristiwa seperti ASUSEMPER atau peristiwa sejenisnya yang cenderung anarkis, melihat terhadap kondisi suporter ini, beliau balas bertanya “Yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa dengan kondisi terbatas, kami dulu lebih koordinasi dan tertib?.” beliau membuat sketsa NDAS MANGAP HAUS GOL Logo ndas mangap dan tulisan Kami Haus Gol Kamu yang dibuat tidak dapat dipisahkan dari nuansa tret..tet..tet saat itu. Layouter lulusan ASRI Jogjakarta ini kembali menjelaskan dengan gamblang dan detail mengenai logo yang revolusioner ini, “Idenya adalah suporter diberi
identitas, kaos diberi gratis.”
“Ada tulisan KAMI HAUS GOL KAMU, itu adalah ide pak Dahlan (Iskan). Typografinya (tulisan tangan) saya.”
“Mungkin diambil dari istilah luar negeri, We Hungry Your Goal.” “Tulisan KAMI HARUS GOL KAMU menggunakan font lama
Fitra Board dan Baskerville.
Bahasa puitik saya giring ke font-font artistik, jadi bukan font yang kaku.”
“Saya diberi tugas membuat maskot yang mencirikan semangat Arek Suroboyo. Mempresentasikan Arek Suroboyo saat 10 November 1945.”
“Malam itu juga dibuatnya. Di ruangan ada saya, tukang sablon dan bos (Dahlan Iskan). Karena besok sudah berangkat, saya gambar cepat-cepat diatas film. Mendesain diatas film sangat licin, dibuat disana supaya langsung di sablon.”
“Bos memperagakan ekspresi seperti berteriak, jadi logo itu adalah gambaran ekspresi pak Dahlan (Iskan) berteriak.”
“Saya orang lama. Masih ada simbol-simbol lama, terpengaruh gerakan-gerakan Bung Tomo.”
sketsa dadakan Ketika sketsa yang kami minta telah hampir selesai,
“Ya, kira-kira beginilah dulu saya buat maskot ini.”
“Dalam seni namanya inspirasi adalah pengalaman kehidupan yang terserap dari apa yang dilihat. Dari pengalaman, kejadian-kejadian.”
“Saya membuat tidak lebih dari 10 menit, karena diluar suporter sudah menunggu. Begitu selesai jadi desain, langsung dibawa oleh tukang sablon dan kemudiandicetak.”
“Tempat sablonnya di Jalan Pesapen, nama pemiliknya Pak Halim. Beliau adalah pengusaha percetakan kaos sablon.”
“Beliau dipercaya Jawa Pos karena mampu membuat ribuan kaos dalam waktu cepat, soal mutu nanti dulu. Saya ikut ke Pabrik untuk urun rembug soal bahan.” HAK PATEN, LILLAHI TA’ALA.
Kembali ke cerita Alberto Korda sebagai orang pertama yang mengambil foto Heroic Guerilla (baca: Karena Logo Adalah
Kebanggaan), yang mana sampai kematiannya tidak mendapatkan satupun royalti atas hak paten terhadap foto tersebut.
Dan jika nasib logo ndas mangap ini bisa dihubungkan dengan hal tersebut, maka Mister hanya menjawab, “Motivasi tidak sejauh itu, kalau menyangka perkembangan seperti ini. Saya hanya bersyukur dan senang, suporter jadi sangat terpengaruh. Syukur-syukur pengaruh itu sampai ke anak-anak.”
“Soal hak paten atau royalti terhadap hasil karya. Saya Lillahi Ta’ala.”
“Apa yang diproduce adalah hak perusahaan, saya tidak bisa mengatakan itu adalah saya sendiri.”
“Pak Dahlan memberi tugas sesuai job deskripsi, beliau tahu bidang saya. Semua itu karena profesionalisme saja.”
“Pernah saya dengar ada anak Petemon yang mengaku membuat. Saya tertawa.”
“Setelah saya ada pak Boediono,logo yang tadinya model sketsa diperhalus dengan teknologi grafis sehingga menjadi
apa yang sekarang ini ada.”
“Sebagai penonton saya tertawa melihat logo menjadi tengkorak. Beragam ekspresi dari kampung-kampung, bisa dilihat dari eksplorasi logo tersebut.”
“Jadi, seharusnya Beliaulah (Dahlan Iskan) yang pertama membuat logo itu.”

Suporter Mitra Kukar

History Of Mitra Mania ( Mitra Kukar Kutaikartanegara )


Sering eksistensi Mitra Kukar mengarungi kompetisi divisi 1 liga Indonesia pada tahun 2005 berdirilah satu-satunya kelompok suporter Mitra Kukar Militan yang menaungi seluruh Suporter yang ada banyak saat itu yakni Mitra Mania(MitMan).


Mitman terbentuk pada tanggal 15 Juni 2005 bertempat di komplek kolam renang junjung Buyah Tenggarong dengan Ketua umum Rony fauzan,St dan sekretaris Baharudin,St.Dengan prinsip awal hanya untuk memberikan dukungan dan spirit pada mitra kukar Mitman berkembang menjadi satu kekuatan baru suporter yang ada Di Kalimantan Timur ini,dengan di ikut sertakannya Mitman dalam pembentukan Asosiasi Suporter Kaltim bersama tiga saudara tuanya,Pusamania,mandau mania,Balistik.

Di usia yang masih muda Mitman mencoba untuk terus belajar dan berkarya memberikan yang terbaik untuk mitra kukar.Dengan Moto "KAMI DATANG,KAMI LIHAT,KAMI MENANG" Mitman mencoba menjadi suporter yang santun,ini terbukti dengan amannya seluruh pertandingan yang ada di rondong demang.

Dibawah panji As Kaltim,Mitman mengajak seluruh suporter Indonesia untuk selalu damai,no anarki,no tawuran.Kalah menang itu biasa,tinggalkan fanatisme kedaerahan karena kita satu,kita semua sama tak ada beda kita sang Juara.Urusan pemain dan wasit menjadi urusan tim dan pengurus,urusan kita sebagai suporter adalah bagaimana memberi motivasi kepada tim dan saling adu kreativitas selama 90 menit.

Mari tebarkan virus-virus perdamaian menuju sepak bola Indonesia yang profesional.