Minggu, 27 November 2016

Suporter Persija Jakarta

Tanggal 27 November 2016 Menjelang Jam 12 Malem Tanggal 28 November 2016 Anak The Jak Mania Mempersiapkan Acara Nonton Bareng Persija Dan Tiup Lilin Acara Ulang Tahun Persija Ke-88 Yang Di Laksanakan Oleh Pihak Papyrus Joglo Jakbar,Jak Square Kebon Jeruk , Dan Tentara Langit.
Di Meriahkan Oleh : 
NOBAR + MERAYAKAN HUT PERSIJA,
Tanggal 27 november 2016, HTM 30 RIBU = ROTI BAKAR+ ES TEH MANIS + AYAM PENYET + UNDIANDOORPRIZE.

open gate : PKL.17.00 atau jam 5 sore sore s/d PKL. 00.30 Setengah 1 malam.

Susunan acara :
- NONTON BARENG
- STAND UP COMEDY
- BAGI-BAGI DOORPRIZE
- MUSIK GONDAL-GANDUL(Musikal Persija Jakarta)
- PEMUTARAN VIDIO SEJARAH PERSIJA.
- POTONG KUE DAN TUMPENG.

Pihak Panitia Mempersiapkan Acara Dari Sore Hari Untuk Membikin Acara Nonton Bareng Dan Merayakan Hut Persija Ke-88 ,Panitia Membikin Acara Dengan Kemampuan Panitia Sendiri Walaupun Tidak Meriah Yang Penting Tetap Persija.


Acara Nonton Bareng Persija Di Papyrus Joglo.

Acaran Nonton Bareng Persija berjalan Dengan Lancar Dan Tidak Ada Kerusuhan Atau Anarkis #GuaPersija.

Acara Merayakan Hut Persija Ke-88


Acara Nobar Persija Dan Merayakan Hut Persija Ke-88 Berjalan Dengan Lancar Dan Sukses
Tidak Lupa Juga Berterima Kasih kepada Allah Swt Yang Telah Memberikan Acara Ini Dengan Lancar Tanpa Allah Swt Acara Ini Tidak Akan Berjalan Dengan Baik Dan Lancar 
Semoga Di Umur Persija Ke-88 Semoga Persija Bisa Bangkit Dan Juara Dan Mempunyai Bapak Untuk Persija.
#GuaPersija
#Waji88Bangkit
#Clue88Ersejarah
#HbdMacanku




Senin, 21 November 2016

Suporter Sriwijaya

Suporter Sriwijaya FC Singa Mania Tolak Bersatu

Palembang  - Kelompok suporter Sriwijaya Football Club Singa Mania menyatakan menolak bersatu dengan Sriwijaya Mania Sumsel dan Simanis seperti yang dianjurkan oleh Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin beberapa waktu lalu.

Ketua Singa Mania Dedi Pranata, di Palembang, Sabtu, mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat dengan seluruh pengurus koordinator wilayah, Kamis (23/4).

"Konsep dan visi peleburan tiga kelompok suporter belum jelas, hal ini yang membuat kami memutuskan tidak akan bersatu dengan dua kelompok suporter lainnya," kata dia.

Dia menuding, dua kelompok suporter lainnya bersedia bersatu supaya mendapatkan fasilitas dan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Pemerintah Provinsi Sumsel.

"Suporter itu esensinya adalah rela berkorban, bukan mau jadi suporter karena ada bantuan yang didapat. Kami tidak mau jadi benalu tim, meskipun kami bukan kelompok suporter yang anti bantuan," ujar dia.

Menurut dia, penyatuan kelompok suporter ini tidak didukung oleh suatu perencanaan yang matang, sehingga akan menuai permasalahan di kemudian hari. 

"Lebih baik kita sama-sama memperbaiki manajemen suporter masing-masing, saling beradu kreativitas di lapangan hijau, dan berjalan beriringan tanpa ada provokasi dan keributan. Tidak apa jalan sendiri-sendiri," ucap dia.

Sebagai dampak dari keengganan untuk bersatu itu, Singa Mania menyatakan siap tidak mendapatkan potongan harga tiket seperti yang dijanjikan manajemen SFC.

"Sudah seharusnya para suporter mendukung finansial tim dengan membeli tiket tanpa potongan, tidak seperti selama ini yang mendapat potongan 50 persen. Selama Sriwijaya FC berdiri maka Singa Mania akan tetap setia mendukung SFC," kata dia.

Berbeda dengan Dedi, Ketua Kelompok Suporter Simanis Qusoy mengatakan, penyatuan kelompok suporter adalah kebutuhan SFC saat ini.

"Kita harus berkaca kepada suporter-suporter klub-klub lain di Indonesia yang bisa menyingkirkan ego dengan bergabung bersama dalam satu tribun, satu yel-yel dan satu warna dalam kostum," ucap dia.

Menurut Qusoy dengan adanya kesamaan itu maka suporter SFC akan terlihat kuat sehingga diperhitungkan oleh tim lawan.

"Simanis dan Sriwijaya Mania Sumsel telah sepakat akan bersatu. Tinggal Singa Mania saja yang belum mau. Kami masih berharap ada solusinya, karena pada musim ini SFC banyak mengarungi kompetisi," ujar dia.

Sementara, Manajer Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri Augie Bunyamin menyayangkan keengganan Singa Mania untuk bersatu itu. 

Apalagi, lanjut Augie, sebelumnya Singa Mania sudah menyatakan bersedia untuk satu nama, satu tribun dan satu nyanyian saat bertemu langsung dengan Gubernur Sumsel. 

"Sebelumnya tiga kelompok suporter telah sepakat untuk bersatu dengan satu nama yakni Gangsters atau Gabungan Suporter Sriwijaya. Tapi, belakangan Singa Mania menolak, kami sangat menyayangkan hal itu," kata dia. (ANT-039/K004)
Beladas


Beladas adalah gabungan tiga kelompok suporter yang mendukung Sriwijaya FC: Singa Mania, Simanis dan Sriwijaya Mania Sumsel. Dalam bahasa Palembang, kata "Beladas" sendiri artinya "bersenang-senang", namun juga bisa diartikan sebagai singkatan dari "Bela Armada Sriwijaya".

Kreativitas armada Beladas dalam memberikan dukungan ke klubnya patut diacungi jempol. Yel-yel, atribut, serta gerakan-gerakan yang mereka buat selalu enak untuk disaksikan. Loyalitas mereka ditunjukkan ketika Beladas akhirnya mampu mengiringi tim kesayangan mereka bertandang ke tanah Kalimantan tahun 2012 lalu. Mereka tak segan-segan memberikan dukungan secara total, walaupun suporter yang turut serta saat itu hanya berjumlah lima orang. Bayangkan, lima suporter melawan ribuan suporter, di kandang lawan pula!

Suporter Persisam Samarinda

Pusamania, Persisam Samarinda

Nama : Pusamania
Nama Lengkap : Republic Orange Pusamania
Berdiri : 9 April 1994
Julukan : Pasukan Orange, Republic Orange
Anggota : 15 Ribu 

Tentang Pusamania
Pusamania adalah suporter sepak bola di Kalimantan Timur, Indonesia. Terkenal berkat dukungan fanatiknya untuk Putra Samarinda sejak tahun 1994. Hingga kini dukungan tersebut masih terjaga.
Memiliki warna kebesaran orange,sesuai nama panjang mereka, Republik Orange Pusamania. Pusamania juga dijuluki Republik Orange. Salahsatu suporter tertua di Indonesia ini juga tercatat sebagai anggota resmi Asosiasi Suporter Kalimantan Timur (AS Kaltim).
Memiliki tak kurang dari 15 Ribu anggota resmi (Arsip data hingga tahun 2010) Pusamania tak hanya mendukung perjuangan tim kebanggaan di Theater Of Hell – julukan Stadion Segiri Samarinda. Tour luar kota pun mereka sambangi demi memperlihatkan kecintaan mereka terhadap Pesut Mahakam.
Sejarah Pusamania
Sekilas tentang struktural Pusamania. Pusamania terlahir 9 April 1994. Duduk sebagai ketua Pusamania pertama adalah Adi Karya dan Tommy Ermanto sebagai wakil.
Respon luar biasa ditunjukkan masyarakat Samarinda yang menganggap Pusamania sebagai kebanggaan, selain kecintaan mereka kepada sepakbola kota tepian tentunya. Dukungan perdana Pusamania terjadi saat ratusan Pusamania ngeluruk ke Bontang memberikan dukungan kepada Pusam FC saat berhadapan dengan PKT (Pupuk Kaltim) Bontang di Kodak Galatama 1994/1995.
Untuk melihatkan identitas diri sebagai pendukung setia Pesut Mahakam, Pusamania sepakat untuk mengunakan baju putih polos yang disablon dengan tulisan Pusamania. Ditunjuklah H Iskandar, Koordinator Lapangan untuk tour ke kota Bontang. Mess Pusam di Jl Gatot Subroto Gg 12 pun padat dengan aktifitas persiapan tour perdana Pusamania saat itu.
Kenapa harus warna putih? pasalnya saat itu semua klub mendapat jatah jersey langsung dari sponsor yang bekerja sama dengan PSSI. Dan warnanya setiap tahun selalu berubah-ubah, meski pada awalnya Pusam FC lebih banyak mengunakan warna kuning kombinasi merah sebagai awal mula warna kebesaran. 
Dan kenapa sekarang berubah menjadi orange? Konon, orange menjadi warna kebesaran hingga saat ini dinilai sebagai pemberian tuhan yang maha esa. Saat kostum klub-klub peserta Liga Indonesia masing sering di jatah PSSI, Putra Samarinda masih mengirim warna kostum kuning kombinasi merah sebagai kostum utama. Namun, entah penyebabnya apa. Kostum yang datang ke Samarinda adalah orange. Dan saat kostum orange diperkenalkan, disini awal adidaya Pusam terlihat sebagai klub raja sepak bola Kalimantan. Hingga kini, warna kostum orange masih dipertahankan.
Disisi lain, Pusamania perlahan tahun per tahun semakin membesar. Pusamania pun semakin dominan. Sayang, Liga Kansas ditahun 1996/1997 nama baik Pusamania sempat menjadi sorotan. Penyebabnya adalah kerusuhan yang melibatkan Pusamania dengan aparat keamanan.
Awal mula pecahnya kerusuhan terjadi akibat rasa persaudaraan yang tinggi diantara anggota Pusamania. Pusamania kala itu tak terima dengan sikap aparat yang dinilai berlebihan dengan seorang pendukung Pesut Mahakam. Melihat rekannya menjadi bulan-bulanan aparat, Pusamania secara serentak berontak. Laga pun sempat terhenti, meski akhirnya dilanjutkan hingga peluit tanda berakhirnya laga, walau dengan resiko aksi brutal Pusamania. 
Kesalahpahaman ini tak hanya terjadi di dalam lapangan. Tak puas dengan aksinya di dalam stadion, amarah Pusamania semakin menjadi diluar Stadion Segiri. Bahkan, saat itu keberhasilan Pusam FC meraih kemenangan 4-0 atas tamunya Persegres Gresik, tak menjamin amarah Pusamania mereda. Hampir disemua jalan sekitar Stadion Segiri hancur akibat amukan Pusamania.
Beberapa daerah yang tak luput dari amarah Pusamania diantaranya, Jl Kesuma Bangsa, Jl Pahlawan, Jl Agus Salim dan Jl Bhayangkara. Fasilitas kota yang terdapat didaerah tersebut tak luput dari aksi anarkis. Traffic Light, pot bunga, kaca-kaca perkantoran serta mobil berplat merah pun menjadi sasaran amarah.
Kejadian yang dikenal “Tragedi Segiri” itu jelas membuat jajaran pengurus Pusamania terhenyak. Organisasi suporter ini ternyata telah sedemikian besar. Memiliki kekompakan serta kekuatan yang tak terduga. Disisi lain, ultimatum “Bubarkan Pusamania” dilontarkan Walikota Samarinda saat itu, H Lukman Said.
Pusamania menentang, pasalnya Pusamania dibentuk bukan karena dan oleh pejabat yang ingin sesuatu kepentingan. Maka tidak satu orang pun yang berhak membubarkan Pusamania, siapapun dia dan apapun jabatannya. “Pusamania dibentuk atas kehendak Allah swt,” jawab ribuan Pusamania saat itu. Negosiasi pun dilangsungkan antara jajaran Muspida Samarinda dan Pusamania. Disepakati, bahwa pembubaran Pusamania tidak akan dilakukan. Namun, Pusamania juga harus tetap menjaga agar aksi serupa tak terulang kembali.
Hal inipun menegaskan bahwa eksistensi Pusamania dalam bangkit dari keadaan sulit dan intimidasi dari berbagai pihak tidak mampu merobohkan solidaritas pendukung setia sepak bola Samarinda. Kejadian ini, lantas dijadikan pelajaran Pusamania. Evaluasi besar-besaran dilakukan di intern organisasi dan akhirnya disepakati nama Tommmy Ermanto Pasemah sebagai ketua Pusamania mengantikan Adi Karya.
Pusamania tak hanya jadi suporter biasa di Samarinda. Pusamania generasi sekarang juga harus bangga, bahwa seniornya terdahulu sudah pernah melakukan hal fenomenal saat menjaga keberadaan klub sepak bola Samarinda.
Beberapa aksi dengan mendesak bahkan tekanan kepada Pemkot Samarinda untuk turut mendukung klub bola kota tepian. Dan puncaknya terjadi pada tahun 2003 saat Pusam FC menarik diri dari liga akibat ketidak adilan PSSI saat itu. Pemilik klub, H Harbiansyah Hanafiah, lantas menghibahkan Pusam FC dan lisensinya dimanfaatkan Persisam Putra Samarinda. Pusamania juga menjadi saksi merger Pusam FC dan Persisam Putra.
Terbukti Pusamania berhasil membentengi persepak bolaan Samarinda dari jurang kehancuran sehingga masyarakat Samarinda sampai saat ini masih bisa menyaksikan tim kebanggaan berlaga di Liga Indonesia. “Inilah salah satu karya yang bisa dipersembahkan oleh Pusamania bagi masyarakat Samarinda,” bangga Tommy Ermanto Pasemah, yang sekarang dipercaya menjabat sebagai GM Persisam.


Pusamania yang merupakan pendukung dari Persisam Samarinda menjadi wakil Kalimantan dalam daftar ini. Kelompok suporter ini sudah eksis sejak tahun 90-an, bahkan membuat salah satu mantan pemain nasional top kala itu, Bambang Nurdiansyah, merasa terkejut. Bagaimana tidak, di Samarinda ternyata antusiasme masyarakatnya tidak kalah dari kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Pusamania selalu setia mengiringi langkah Persisam di Liga Indonesia. Klub suporter yang identik dengan warna oranye ini sempat menjadi salah satu ikon liga, di mana kala itu klub mereka diperkuat oleh trio Kamerun; Roger Milla, Ebwelle Bertin dan Mahouve Marcel. Loyalitas suporter ini ditunjukkan dari kalimat yang sering mereka ucapkan, "Pakai warna oranye saat ini, Sampaii Berakhir !

Suporter Persis Solo

Pasoepati, Persis Solo


Pasoepati Solo boleh disebut sebagai suporter sepakbola paling kreatif dan sportif di wilayah Pulau Jawa. Sistem pengelolaan organisasi suporter ini sendiri juga sangat rapi dan terstruktur. Mereka selalu menyajikan aksi atraktif saat pertandingan yang sangat menghibur, Diambil dari kepanjangan "Pasoekan Soeporter Solo Sedjati", Pasoepati tidak segan meminta maaf secara terbuka apabila mereka melakukan aksi yang dinilai rusuh. Contohnya adalah permintaan maaf yang dilakukan secara terbuka bulan Oktober 2014 lalu setelah aksi melawan Martapura FC yang dianggap anarkis.

Nama Pasoepati sendiri identik dengan Mayor Haristanto, sosok legendaris di dunia suporter sepakbola Indonesia. Sang "Mayor" adalah sosok yang melatarbelakangi berdirinya Pasoepati serta tiga kelompok suporter lainnya The Macz Man (PSM Makassar), Asykar Teking (PSPS Pekanbaru), dan Persmanisti (Persma Manado).

Pasoepati, Suporter Persis Solo


Pasoepati merupakan sebutan bagi suporter sepakbola asal kota Solo, Jawa Tengah. Saat ini Pasoepati menjadi pendukung fanatik klub Persis Solo.
Pasoepati berdiri pada tanggal 9 Februari 2000 silamNama suporter asal kota Bengawan tersebut awalnya merupakan kepanjangan dari Pasukan Soeporter Pelita Sejati. Kepindahan klub Pelita Jaya ke kota Solo yang kemudian berganti nama menjadi Pelita Solo mendapat sambutan yang luar biasa dari publik Solo. Hadirnya klub Pelita Solo benar-benar membangkitkan antusias penggila bola di Solo yang rindu akan hadirnya tim sepakbola level atas Liga Indonesia selepas bubarnya Arseto Solo.
PASOEPATI PERSIS SOLO
Lahirnya Pasoepati tak lepas dari buah pikiran budayawan dan praktisi periklanan asal Solo yang bernamaMayor Haristanto yang kemudian menjadi presiden Pasoepati yang pertama. Pria kelahiran Wonogiri, 15 Mei 1959 yang akrab dipanggil pak Mayor ini memang terkenal memiliki pemikiran dan ide-ide yang brilian. Anak keempat dari pasangan Kapten Kastanto Hendrowiharso dan Sukarni ini berani menuangkan ide-idenya yang di mata orang merupakan hal yang mustahil namun pak Mayor mampu mewujudkannya menjadi sesuatu yang luar biasa. Mayor Haristanto selain sebagai penggagas lahirnya suporter Pasoepati, beliau juga turut andil akan lahirnya beberapa kelompok suporter antara lain: The Macz Man ( pendukung PSM Makassar ), Asykar Teking( pendukung PSPS Pekanbaru ), Persmanisti ( pendukung Persma Manado ), dan Slemania ( pendukung PSS Sleman ). Mayor Haristanto mengukir prestasi yang gemilang dengan meraih empat penghargaan rekor MURI. Penghargaan tersebut berhasil diraih adik kandung dari penulis dan pendiri komunitas Epistohotik Indonesia,Bambang Haryanto setelah beliau menciptakan beberapa rekor. Pak Mayor saat ini menjabat sebagai presidenRepublik Aeng-Aeng yang merupakan sebuah perkumpulan kelompok seniman budaya Solo.

Suporter PSM Makassar

Macz Man


Macz Man adalah suporter fanatik PSM Makassar. Dibandingkan dengan suporter lain di daftar ini, mereka masih terbilang muda. Awalnya, Macz Man terbentuk ketika para pemain PSM Makassar merasa tertekan ketika bertandang ke Gajayana, kandang Arema Malang, pada tahun 2000. Suporter Arema begitu kompak, membuat kekuatan tim bertambah berkali-kali lipat.

Menyikapi hal itu, mulailah diambil inisiatif dari kalangan fans PSM Makassar. Mereka memutuskan untuk membentuk kelompok suporternya sendiri, Mereka bahkan tak segan-segan berguru pada kelompok suporter lainnya yang sudah lebih berpengalaman, hingga mendatangkan Mayor Haristanto yang dikenal sebagai "jenderal" Pasopati Solo. Hasilnya menggembirakan, dari yang awalnya berjumlah puluhan saja, Macz Man kini memiliki jumlah anggota yang ratusan kali lipat lebih banyak. 

Laskar Ayam Jantan Nama Resmi Suporter PSM

Makassar, Tribun - Setelah melalui proses yang panjang, PSM Makassar akhirnya resmi memiliki nama untuk para suporternya yaitu Laskar Ayam Jantan. Nama ini pula yang akan didaftarkan manajemen ke Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai syarat klub peserta Indonesia Super League (ISL).

"Sayembara nama suporter sudah berakhir dan kami memutuskan memilih nama Laskar Ayam Jantan. Pemilihan nama itu berdasarkan atas poling SMS yang kami gelar selama dua bulan," kata Pembantu Umum PSM, Hendra Sirajuddin.
Nama terbaru kelompok suporter ini juga telah diluncurkan manajer tim Ilham Arief Sirajuddin, saat laga perdana PSM melawan Persijap Jepara, Minggu (1/2) lalu. Ilham pun berharap penyatuan kelompok suporter ini bisa membantu pendanaan klub ke depannya.
"Saya ingin seluruh suporter bersatu dan tidak terpecah-pecah dengan nama beberapa kelompok lagi. Hal ini kami lakukan untuk mengoptimalkan sumbangsih suporter terhadap klub kesayangan mereka, PSM," kata Ilham.
Pada launching tersebut, Ilham juga menyebutkan cara bagi suporter untuk turut memberikan bantuan kepada PSM. Baik itu melalui SMS ke nomor 9165 atau mengunduh nada dering ponsel pribadi lewat SMS ewako kirim ke nomor 1212.
"Semakin sering mengirinkan SMS, maka semakin banyak juga sumbangan yang diberikan suporter terhadap PSM. Program ini merupakan lanjutan dari program save our PSM yang kami galakkan sejak satu bulan lalu," kata Ilham.
Program ini terlaksana berkat kerjasama PSM dengan Telkomsel. Dengan cara ini, harapan PSM bisa menuju era sepakbola profesionalisme bisa terwujud. Apalagi melihat kondisi tim yang tengah mengalami krisis keuangan, sumbangsih superter tentu sangat diharapkan.

Suporter Persela Lamongan

 L.A. Mania, Persela Lamongan


Di peringkat ke sembilan ada L.A. Mania, suporter fanatik klub Persela Lamongan. Eksistensi klub ini baru muncul di awal tahun 2000-an, setelah sebelumnya lebih banyak berkompetisi di divisi bawah Liga Indonesia. Salah satu momen terbaik dari Persela Lamongan terjadi di musim 2008-09, di mana mereka mampu duduk di peringkat ke-6 klasemen akhir Liga Indonesia. Prestasi itu makin terkesan membanggakan, karena kelompok suporter pendukungnya, L.A. Mania, terpilih sebagai suporter terbaik versi ISL.

L.A Mania: Fans Fanatik Laskar Joko Tingkir

Supporter fanatik Persela Lamongan berdiri tanggal 18 Januari 2001, dengan diketuai Saptoyo Nugroho. Terdiri dari 86 Korwil, LA Mania pernah di nobatkan sebagai Supporter terbaik pada ISL Musim 2008-2009 di bawah kepemimpinan Aini Hidayat. Mereka sangat loyal kepada tim kesayangannya, Itu terlihat ketika Persela bertanding, baik laga kandang maupun tandang.

Perseteruan dengan Bonek Mania

Pada tahun 2011, Tragedi tewasnya anggota LA Mania dalam insiden dengan Bonek cukup menyita perhatian publik. Bonek dinilai sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Julukan

Laskar Joko Tingkir

Joko Tingkir adalah seorang tokoh dari Kerajaan Pajang (kini wilayah Lamongan) yang kuat, gagah, dan berani. Yang terkenal dari Joko Tingkir adalah ia pernah berhasil mengalahkan buaya yang besar. Maka julukan ini dengan harapan supaya Persela Lamongan mudah mengalahkan lawan dengan mudah meskipun melawan klub besar.

Lumba-Lumba Biru

Lumba-lumba biru adalah fauna khas pantai utara di Lamongan, hewan yang cerdas dan lincah, diharapkan Persela mampu terus melahirkan pemain-pemain bintang, dan mendidik pemain-pemain menjadi matang dan profesional.

Lele Glagah

Di logo persela terdapat "lambang ikan lele", sekaligus untuk julukan lain dari Persela Lamongan Selain Laskar Joko Tingkir. Ikan Lele merupakan "binatang yang di keramatkan" bagi masyarakat Lamongan khususnya daerah kecamatan Glagah. Mereka dilarang untuk memakan lele oleh leluhurnya, yaitu Surajaya. Karena Surajaya telah bernazar bahwa dia dan keturunannya tidak akan makan lele , sebab lele telah menyelamatkannya. Ikan Lele juga mempunyai filosofi sebagai ikan yang bisa hidup di manapun meskipun kualitas air kurang bagus, nama Lele Glagah karena Kabupaten Lamongan berada di wilayah Jawa bagian timur. Oleh karena itu, Persela di beri julukan Lele Glagah dengan harapan Persela Lamongan tidak mudah kalah meskipun harus bertanding di kandang lawan.

Senin, 07 November 2016

Terbentuknnya Liga Indonesia

Liga Super Indonesia (disingkat LSI, bahasa InggrisIndonesia Super League (ISL)) adalah kompetisi sepak bola profesional level tertinggi di Liga Indonesia yang dibentuk pada tahun 2008 sampai dengan saat ini. LSI diselenggarakan oleh PT Liga Indonesia yang dimiliki oleh PSSI. Liga Super Indonesia dikuti 18 tim terbaik (ada beberapa musim yang diikuti 22 tim) yang akan saling bertanding satu putaran penuh kompetisi dengan sistem promosi dan degradasi. Tiap tiap klub akan memainkan 38 pertandingan kandang dan tandang dengan total 306 pertandingan dalam satu musim kompetisi.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada musim 2008/2009 Liga Indonesia baru melahirkan empat juara: Persipura Jayapura (3), Arema Indonesia (1), Sriwijaya FC (1) dan Persib Bandung (1).
Saat ini Liga Super Indonesia disponsori oleh Qatar National Bank dari tahun 2015 hingga 2017, sehingga berganti nama menjadi QNB League

Sejarah

Asal

Ide dari pelaksanaan sistem liga ini telah dikemukakan sejak tahun 2007 sebagai upaya mewujudkan profesionalisme dalam persepak-bolaan nasional. Alasan lainnya adalah karena format Liga Indonesia pada tahun 2007 yang kurang adil, berlangsung secara sistem setengah kompetisi. Sistem ini menyebabkan tingginya tingkat ketegangan pertandingan dan sangat berpotensi memicu kerusuhan. Alasan terakhir adalah karena terlalu banyak tim peserta (36 tim).
Pembentukan
LSI pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008. Kompetisi ini dilaksanakan untuk mengikuti persyaratan FIFA yang menyatakan bahwa liga teratas dari suatu negara harus diikuti oleh paling sedikit 18 klub dan setiap klub diharapkan merupakan klub profesional tanpa dibantu dana subsidi Pemerintah APBD.

18 klub perdana

Pada awal LSI 2008 diadakan dengan menyeleksi sembilan tim teratas dari Divisi Utama Liga Indonesia 2007. Tim-tim tersebut adalah: