Senin, 24 Oktober 2016

Barito Putera

Nama lengkapPersatuan Sepak Bola Barito Putera
JulukanBekantan Hamuk
Laskar Antasari
Tim Seribu Sungai
Didirikan21 April 1988
StadionStadion 17 Mei
BanjarmasinKalimantan Selatan
(Kapasitas: 12.000 penonton)
Ketua UmumBendera Indonesia H. Sulaiman H.B
ManajerBendera Indonesia H. Hasnuryadi Sulaiman, S.E
PelatihBendera Indonesia Mundari Karya
Dokter TimBendera Indonesia dr. Ramadhan Aulia Supit
LigaIndonesia Soccer Championship


Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga
PS Barito Putera (singkatan dari: Persatuan Sepak Bola Barito Putera) adalah klub sepak bola Indonesia berbasis diKota BanjarmasinKalimantan Selatan. yang bermain di Liga Super Indonesia sejak musim 2013 .Pada Divisi Utama Liga Indonesia musim 2011/2012 berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Persita Tanggerang 2-1 di Stadion Manahan Solo. Barito Putera didirikan pada tahun 1988 dan bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Klub sekota Barito Putera adalahPerseban Banjarmasin Yang berlaga Di Divisi III PSSI dan kota tetangga Martapura Fc yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia. Karena tidak memadainya stadion 17 Mei untuk digunakan sebagai homebase pada Musim 2013 Liga Super Indonesia untuk sementara (karena ingin di renovasi), maka untuk sementara home base dipindah ke Stadion Demang Lehman (dulu Stadion Indrasari) yang lebih representatif,dan sekarang tim berjuluk laskar Antasari ini kembali ke markas angkernya di banjarmasin,"stadion 17 mei" untuk untuk mengarungi ISL musim 2014-2015.
Pertandingan semifinal lawan Persib di Divisi Utama Liga Indonesia 1994/1995 itu merupakan pertandingan yang tak terlupakan tidak hanya bagi seluruh pemain, tapi juga bagi seluruh warga Kalimantan Selatan dan Tengah. Meski akhirnya kalah 0-1 oleh gol sundulan kepala Kekey Zakaria, kekalahan yang disebut oleh media-media nasional sebagai keberhasilan yang dirampok, karena kekalahan tersebut disinyalir sudah diskenariokan. Namun Barito Putera pulang disambut bak pahlawan. Manusia menyemut sepanjang 30 km mulai dari Bandara Syamsuddin Noor hingga ke tengah kota Banjarmasin.
Sejarah
Barito Putera dibentuk dengan harapan memajukan sepak bola Kalimantan Selatan. Lahir dari inisiatif H. Sulaiman HB, yang saat itu sedang mempertaruhkan nyawa di RS Pondok Indah Jakarta karena dihadapkan pada operasi besar. Beberapa pemainnya berasal dari PON Kalimantan Selatan tahun 1988 seperti, Radiani, Tarmizi (Barabai), Masransyah (Rantau), Abdillah, Sultan (Martapura), dua bersaudara M.Yusuf dan M.Riduan, Sear Yusuf Huwae, Enong Noordiansyah, dan Marjono (Banjarmasin). Karena ingin berbicara banyak di Kompetisi Galatama Barito Putera mendatangkan pemain dari Ujung Pandang seperti Agus Salim, Muchtar, Abunawas yang saat ini melatih Martapura FC, kemudian dari Bandung didatangkan M.Yunus, Nadir Salasa dari Surabaya, Sugiarto dari Malang dan Priyo Haryadi dari Jakarta. Awal berdirinya langsung mengikuti Galatama, dengan manajer M Hatta dan Arsitek Andi Lala. Pada Kompetisi Galatama 1988 tersebut Barito hanya dapat bertengger di urutan 18. Barito kalah bersaing dengan tim - tim besar yang sudah matang sebelumnya semacam Kramayudha Tiga Berlian yang saat itu diperkuat Herri Kiswanto, Kemudian Pelita Jaya yang saat itu keluar sebagai juara dan diperkuat oleh I Made Pasek Wijaya, Bambang Nurdiansyah (Banjarmasin), Alexander Saununu, Noah Meriam. Lalu ada Makassar Utama, Niac Mitra dan Arema Malang.
Prestasi
  • Divisi Utama Liga Indonesia
  • Juara (1): 2011-12
  • Divisi Dua Liga Indonesia
  • Juara (1): 2008-09

Bhayangkara Surabaya United

Nama lengkapBhayangkara FC
JulukanThe Great Alligator
Didirikan2015
StadionStadion Gelora DeltaSidoarjo
(Kapasitas: 35.000)
PemilikBendera Indonesia Polri
CEOBendera Indonesia Irjen Pol Agung Budi Maryoto
ManajerBendera Indonesia Kombes Pol Ibnu Isticha
PelatihBendera Indonesia Ibnu Grahan
Asisten PelatihBendera Indonesia Yusuf Ekodono
LigaIndonesia Soccer Championship
Kelompok suporterAlligatorMania, Bhara Mania
Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga
Bhayangkara Surabaya United adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang berbasis di SurabayaJawa Timur,Indonesia. Klub ini bermain di Indonesia Soccer Championship A tahun 2016.

Sejarah

Cikal bakal klub ini berawal dari dualisme Persebaya Surabaya dan Persebaya 1927. Pada saat itu, tim yang dulu bernamaPersebaya Surabaya yang dibawah PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) tidak boleh mengikuti turnamen arahan Mahaka Sports & Entertainment yang bertajuk Piala Presiden 2015. Karena ingin mengikutinya, mereka menambahkan kata Uniteddi tim ini. Sejak lolos ke babak 8 besar, BOPI mengisyaratkan untuk menanggalkan nama Persebaya, karena hak paten logo dan nama ada di tangan Persebaya 1927 bawahan PT. Persebaya Indonesia. Oleh karena itu, mereka mengubah nama menjadi Bonek FC.
Di turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015, mereka mengubah nama klubnya menjadi Surabaya United dikarenakan Bonek 1927 mengecam nama Bonek sebagai klub sepak bola yang aslinya merupakan nama suporter. Pada tanggal 12 April 2016, Surabaya United melakukan merger dengan tim yang mengikuti Piala Bhayangkara 2016PS Polri dan mengubah namanya menjadi Bhayangkara Surabaya United [1]. Klub ini akan mengikuti kompetisi Indonesia Soccer Championship A 2016.

Stadion

Bhayangkara Surabaya United menggunakan Stadion Gelora Delta di Sidoarjo sebagai laga kandang mereka. Pada tanggal 24 April 2016, Bhayangkara SU mengadakan launching tim di ajang pertandingan Trofeo Kapolda Jatim dengan mengundang Madura United FC dan Deltras Sidoarjo untuk memeriahkannya[2]. Pada saat itu, Bhayangkara SU menjadi juara trofeo setelah mengalahkan Deltras Sidoarjo 4-0. Selain di Stadion Gelora Delta, Bhayangkara Surabaya United juga menggunakan Stadion Gelora Bung TomoSurabaya sebagai stadion alternatif. Mungkin, sebagai tempat apabila Stadion Gelora Delta dipakai Persida Sidoarjo, maka Bhayangkara SU menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo.